Kerja sambil Jalan-Jalan

Tanggal 3-4 maret kemarin, saya diberi tugas untuk melakukan perjalanan dinas ke Poleang dan sekitarnya. Poleang ini merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Bombana.

Perjalanan saya ini bukanlah perjalanan yang pertama kali yang saya lakukan. Ini kedua kalinya yang sama-sama ditugaskan oleh kantor. Pertama kali saya ke Poleang pada saat pelaksanaan penyisiran SE2016 pada bulan Mei 2016. tidak jauh berbeda, perjalanan kali ini dilakukan dalam rangka pengawasan pelaksanaan Susenas, survei yang merupakan andalan BPS.

Saya ingin cerita mengenai perjalanan saya. Berbeda dengan tahun lalu, perjalanan kali ini benar-benar saya harus melihat cara bertanya pencacah terhadap responden, yang menharuskan saya berada dalam satu responden mencapai 3 jam. Itu sih tidak masalah selama  untuk menghasilkan data yang berkualitas.

Perjalanan saya dimulai jam 8 pagi tanggal 3 kemudian sampai di poleang tengah sekitar jam setengah 11. Pertama kali saya sampai di kecamatan ini. Pertanyaan dikepala saya adalah, kenapa ada orang yang mau tinggal ditempat seperti ini. Bukan masalah rumah. Tapi masalah akses terhadap  fasilitas publik tidak ada sinyal sama sekali bung. Susah sekali untuk menghubungi pencacah maupun PML di kecamatan ini. Tapi tidak semua wilayah sih. Cuma sebagian kecil wilayah tertentu.

Selain itu saya juga mendapatkan seorang nenek yang tinggal berdua dengan anaknya. Yang sudah sangat tua dan miskin. Mereka hidup dengan mengandalkan pemberian orang lain. Sumpah itu membuat saya harus merasa lebih bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada saya.

Nenek ini tinggal berdua dengan anaknya den gan mengharapkan pemberian orang lain dan hasil kebun yang tak seberapa

Ternyata benar, perjalanan yang kita lakukan dapat membuat kita mengenal kegidupan lebih dalam dan bisa membuat kita lebih bersyukur atas nimat yang telah kita Terima. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur.

Setelah ke Poleang Tengah, saya menuju Poleang selatan. Setelah ke Poleang selatan saya menuju ke Poleang. Poleang sih menurut saya lumayan ramai. Tapi menurut saya sangat jauh dari ibukota kabupaten. Setelah itu saya menuju Poleang Barat. Poleang Barat ini merupakan kecamatan paling jauh di daratan Bombana yang berbatasan langsung dengan Kab. Kolaka

Dari perjalanan ini saya bisa melihat bahwa gap antara kota dan desa itu sangat nyata. Akses sarana publik juga sangat minim baik transportasi maupun akses terhadap pengetahuan bahwa pendidikan itu penting.  Yang intinya saya harus banyak bersyukur. Karena saya lebih beruntung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s