Sedih hanya bikin tambah sedih

Sering kali saya memdengar kata-kata penghiburan ketika kita sedang terpuruk. Tapi apakah kata-kata penghiburan berpengaruh terhadap suasana hati kita ketika kita sedang terpuruk?  Jawabannya ada yang tidak ada juga yang sangat berpengaruh. 

Bagi saya kalimat penghiburan ataupun kata-kata bijak hanya akan menambah kesedihan yang sebenarnya tidak seberapa menjadi sesuatu yang medramatisir. Mengapa saya bilang akan menjadikan sesuatu menjadi terlalu drama karena kemungkinan kita hanya mengalami sedikit kesedihan yang mungkin disebabkan kekecewaan terhadap situasi maupun seseorang, tapi dengan bangganya kita mencari kata-kata bijak yang sebenarnya terlalu berlebihan untuk menggambarkan perasaan kita apalagi harus share ke medsos. 

Oke tulisan diatas hanya menurut saya. Karena itulah yang sedikit banyak yang saya rasakan. Ketika kata-kata bijak yang sebenarnya hanya menambah kesedihan karena kata-kata tersebut kita rasakan ataupun sesuai dengan kondisi kita. Yang tidak jauh dengan kondisi dengan sebuah lagu ketika kita sedang sedih dan mendengarkan lagu sedih,  bukan kita bangkit tapi merasa lebih sedih dengan soundtrack yang mendukung. 

Satu lagi ketika kita kecewa sebenanrnya kita tidak butuh kalimat penenang, kebanyakan orang hanya ingin mencurahkan kekecewaannya baik dengan menulis maupun bercerita. Itulah. Mengapa kalimat bijak selalu muncul ketika seseorang dalam keadaan sangat sedih.Satu lagi ketika kita kecewa sebenanrnya kita tidak butuh kalimat penenang, kebanyakan orang hanya ingin mencurahkan kekecewaannya baik dengan menulis maupun bercerita. Itulah. Mengapa kalimat bijak selalu muncul ketika seseorang dalam keadaan sangat sedih maupun sangat kecewa. Karena mereka hanya ingin dilihat bahwa mereka sangat sedih maupun kecewa. 

Tapi beda orang beda cara pandang. Toh selama kita masih bisa menghormati apa yang salah dengan yang berbeda. Bukannya perbedaan itu warna? Perbedaan menjadi penghias kebersamaan, menjadikan kita bisa saling memberikan argumen. 

Saya menulis ini pun tujuan saya hanya ingin mengungkapkan kekecewaan yang sebenarnya tidak perlu dilihat sebagai sebuah bentuk kekecewaan. Mengapa karena ketika saya baca ulang saya ingin kekecewaan itu tidak muncul saya tak perlu mengingat hal-hal yang mebuat saya kecewa cukup hal-hal yang membuat saya senang. Karena pada dasarnya hal-hal yang menyenangkan akan selalu menyenagkan sampai akhirnya. 

. *21 maret 2017 tepat setahun di kabupaten ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s