Beda Indonesia Timur dan Barat

Sebenarnya sampai sekarang saya masih bingung, Pulau Sulawesi itu masuk Indonesia Tengah atau Indonesia Timur sih? Sering sekali saya mendengar, Kota Makassar sebagai poros Indonesia Timur atau gerbang Indonesia Timur, tapi Pulau Sulawesi masuk zona Indonesia Tengah. Malah bingung kan mana yang benar, tapi cukup saya saja yang bingung, kalo gak mau bingung cukup googling saja 😀
Lupakan masalah Pulau Sulawesi masuk Indonesia Timur atau Indonesia Tengah semua pasti punya konsep dan definisi tersendiri. Karena bukan masalah Pulau Sulawesi masuk Indonesia Timur :P.
Saya ingin bercerita sedikit tentang perbedan yang saya rasakan ketika hidup di kota Kecil, Kota Besar dan kota mikro (ini istilah yang saya buat sendiri sih). Tulisan ini adalah murni pemikiran saya sendiri selama tinggal kurang lebih 17 tahun di ibukota provinsi salah satu pulau Sulawesi, 4,5 tahun di Ibukota Negara dan 1 tahun 5 bulan di ibukota kabupaten. Apa yang membuat hal tersebut sangat berbeda?

1. Infrastruktur
Jembatan, Jalan raya, transportasi public, taman kota, semuanya sangat berbeda. Di ibu kota Negara semua tersedia baik sangat baik malah, tapi hal ini berbeda dengan yang ada di daerah, Jembatan rusak, jalan tidak mulus, sarana transportasi umum tidak tersedia dengan layak dan masih banyak lagi. Dulu waktu saya masih penduduk Jakarta (Kalo konsep BPS saya pada saat itu terhitung sebagai penduduk Jakarta) transportasi public sangat membantu untuk mobilitas kami, menurut saya sangat nyaman (kecuali di jam-jam crowded seperti pulang dan pergi kantor). Tapi sangat berbeda dengan dengan di ibu kota kabupaten yang saya tempati sekarang, angkot dalam kota belum ada, sehingga mau tidak mau kita harus mampu dan mempunyai kendaraan untuk mempermudah mobilitas kita. Hal ini tentu menyulitkan untuk saya yang sampai saat ini masih dalam tahap belajar membawa kendaraan.

Jalan yg baru, sngt bermanfaat

2. Akses Terhadap Pendidikan
Jujur selama tinggal di Jakarta saya sangat termotivasi untuk bias kuliah ke luar negeri. Karena orang-orang yang berada disekitar seperti dosen saya adalah lulusan luar negeri dan juga lulusan universitas terbaik dalam negeri. Selain itu teman-teman saya juga mempunyai mimpi untuk kuliah diluar negeri sehingga semangat ini sangat yang membuat saya juga termotivasi. Hal in tentu sangat berbeda ketika saya masih SMA, kuliah ke Jawa saja merupakan hal yang sangat ‘wah’. Padahal untuk orang-orang yang tinggal di wilayah Indonesia Barat sekolah ataupu kuliah di Jawa adalah hal biasa. Karena sesungguhnya secara tidak langsung lingkungan sangat memberikan dampak yang besar terhadap jalan hidup maupun mimpi-mimpi yang ada dalam diri kita

3. Akses terhadap Pengetahuan
Menurut banyak orang pengetahuan itu dapat diperoleh dari mana saja dan saya masuk dalam kategori orang banyak tersebut. Karena saya sangat dana mat setuju bahwa pengetahuan itu bersumber dari mana saja. Tapi ketika saya iseng googling mengenai pameran pendidikan, pameran budaya, pameran hiburan seminar gratis, kajian umum dengan pemateri hits, paling banyak ada di Jakarta dan kota besar lainnya. Apalagi ketika saya iseng buka mengenai saham, ternyata BEI punya kelas khusus mengenai saham yang biayanya gratisss. Maka menyesalah saya, kenapa dulu waktu masih jadi penduduk Jakarta tidak mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kegiatan-kegiatan seperti ini. Namanya juga penyesalan, pasti dibelakang, kalo didepan namanya pendaftaran 😛

4. Belanja Online
Dulu waktu kuliah saya pernah merintis usaha online, walaupun usaha tersebut harus gulung tikar, bukan karena rugi, tapi karena kami (para pengusaha) harus rela pindah ke tempat pengabdian kami. Kembali ke belanja online, untuk saya yang hari-hari tinggal di ibukota Kabupaten belanja online adalah salah satu hiburan bagi saya. Tapi seringnya itu suka barangnya tapi kemahalan diongkir, tidak jarang ongkir lebih mahal disbanding harga barang itu sendiri. Dulu harga ongkir paing mahal 9 ribu, sekarang 66 ribu/kg.

Sebenarnya sih bedanya banyak sekali yang saya rasakan. Tapi kalau tidak berbeda juga pasti rasanya flat sekali semua sama saja. Pasti tidak lagi menjadi menarik, tidak ada hal-hal yang menjadi bahan pembicaraan, apalagi tulisan ini. Justru perbedaan itulah yang mejadikan semuanya itu menarik. Intinya tinggal dimanapun jika kita selalu berusaha dan selalu berpikir kreatif semua pasti akan terasa nyaman.

Atas jalan ibu kota Kabupaten, bawah jalan ibukota negara

Joke terakhir, sebelum saya penempatan salah satu teman saya sangat khawatir jika ditempatkan diluar Jawa, karena menurut dia Indonesia kayaknya hanya Jawa saja, selama ini yang terekspose Cuma Jawa doing dan sedikit Sumatera. Gue langsung bergumam ‘ selama sekolah SD lo kemana saja?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s